Selasa, 17 Mei 2011

Kamis, 05 Mei 2011

tugas tek,informasi dan multimedia......


Posting ini telah dilihat sebanyak (kali)

blackJava @ festival sastra pawon TANDA SERU !






Posting ini telah dilihat sebanyak (kali)

Karakteristik Evaluasi Program Penyuluhan Pertanian

PAPER PERENCANAAN DAN EVALUASI PROGRAM
PENYULUHAN PERTANIAN
”Karakteristik Evaluasi Program Penyuluhan Pertanian”



Disusun oleh :
1. Ami Noeryawan H0808075
2. Ririn Hidarwati H0808143
3. Budi Prasetyo H0808174
4. Novitasari Dyah AKD H0808189
AGB D


PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2011
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan relevansi, efisiensi, efektivitas, dan dampak kegiatan-kegiatan proyek/program sesuai dengan tujuan yang akan dicapai secara sistematik dan obyektif. Seorang Penyuluh Pertanian Terampil untuk dapat melakukan evaluasi dengan benar harus merencanakan/menyusun instrumen dan melaksanakan evaluasi serta dapat menyusun laporan hasil evaluasi sesuai dengan metoda ilmiah, untuk itu, maka tahapan evaluasi yang dilakukan harus jelas, sistematis dan mengikuti kaidah berfikir ilmiah.
Derajad jenjang keilmiahan/kebenaran dari evaluasi dimulai dari evaluasi sehari-hari, mawas diri, mengevaluasi sendiri, kajian khusus dan penelitian ilmiah, sedangkan pendekatan yang dapat dilakukan dalam evaluasi adalah pendekatan informasi kunci, pendekatan forum masyarakat, pendekatan indikator dan pendekatan survei/sensus.
Manfaat dari hasil evaluasi penyuluhan antara lain: menentukan tingkat perubahan perilaku petani, untuk perbaikan program, sarana, prosedur, pengorganisasian dan pelaksanaan penyuluhan pertanian dan untuk penyempurnaan kebijakan penyuluhan pertanian. Pelaporan hasil kegiatan penyuluhan pertanian sangat penting sebagai penyampaian informasi, sebagai bahan pengambilan keputusan/kebijakan oleh pimpinan/penanggung jawab kegiatan, pertanggungjawaban, pengawasan dan perbaikan perencanaan berikutnya.
Untuk mendapatkan hasil evaluasi yang dapat dipercaya perlu adanya pemahaman mengenai karakteristik proses evaluasi sebagai landasan dalam pelaksanaan evaluasi penyuluhan pertanian yaitu berdasarkan fakta, bagian integral dari proes penyuluhan, berhubungan dengan tujuan program penyuluhan, menggunakan alat ukur yang sahih, dilakukan terhadap proses dan hasil penyuluhan serta dilakukan terhadap kuantitatif maupun kualitatif.
B. Permasalahan
Untuk dapat melaksanakan evaluasi dengan baik maka sebaiknya terlebih dahulu memahami karakteristik evaluasi dengan membahas mengenai:
1. Apa yang dimaksud dengan evaluasi dan karakteristik evaluasi penyuluhan pertanian?
2. Bagaimana karakteristik evaluasi penyuluhan pertanian?
C. Tujuan
Pembuatan paper ini bertujuan untuk:
1. Memahami pengertian evaluasi dan karakteristik evaluasi penyuluhan pertanian.
2. Memahami macam-macam karakteristik evaluasi penyuluhan pertanian.
















BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Evaluasi dan Karakteristik Evaluasi Penyuluhan Pertanian
Evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan relevansi, efisiensi, efektivitas, dan dampak kegiatan-kegiatan proyek/program sesuai dengan tujuan yang akan dicapai secara sistematik dan obyektif.
Setiap program kegiatan yang direncanakan seharusnya diakhiri dengan evaluasi dan dimulai dengan hasil evaluasi kegiatan sebelumnya. Evaluasi yang dilakukan dimaksudkan untuk melihat kembali apakah suatu program atau kegiatan telah dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang diharapkan. Dari kegiatan evaluasi tersebut akan diketahui hal-hal yang telah dicapai, apakah suatu program dapat memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil evaluasi itu kemudian diambil keputusan, apakah suatu program akan diteruskan, atau direvisi, atau bahkan diganti sama sekali. Hal ini didasarkan pada pengertian evaluasi, yaitu suatu proses pengumpulan informasi melalui pengumpulan data dengan menggunakan instrumen tertentu untuk mengambil suatu keputusan. Jadi, pada dasarnya evaluasi adalah suatu kegiatan yang menguji atau menilai pelaksanaan suatu program.
Evaluasi program biasanya dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan dalam rangka menentukan kebijakan selanjutnya. Dengan melalui evaluasi suatu program dapat dilakukan secara sistematis, rinci dan menggunakan prosedur yang sudah diuji secara cermat. Dengan metode tertentu akan diperoleh data yang handal, dapat dipercaya sehingga penentuan kebijakan akan tepat, dengan catatan apabila data yang digunakan sebagai dasar pertimbangan tersebut benar, akurat dan lengkap. Dalam pelaksanaan evaluasi perlu adanya pemahaman mengenai karakteristik dari evaluasi penyuluhan pertanian. Karakteristik evaluasi penyuluhan pertanian merupakan suatu ciri khas dari kegiatan evaluasi dan menjadi simbol atau tanda bahwa kegiatan tersebut dikatakan sebagai evaluasi.
B. Macam-Macam Karakteristik Evaluasi Penyuluhan Pertanian
Karakteristik evaluasi pertanian ada banyak dan terinci dengan jelas, dengan mengetahui dan memahami mengenai karakteristik evaluasi maka kita dapat dipastikan bahwa juga mengenali evaluasi itu sendiri.
Karakteristik proses evaluasi:
a. evaluasi merupakan proses terstruktur
Evaluasi merupakan proses terstruktur, artinya bahwa kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang telah terkosep atau terpola sehingga kegiatannya telah terencana dengan urutan dan struktur yang telah ditentukan sebelumnya.
b. evaluasi didasarkan pada indikator yang dapat diamati
Menerapkan indikator untuk mengukur kemajuan-kemajuan yang dicapai, indikator dapat berupa fisik dan non fisik. Untuk indikator fisik atau ukuran-ukuran yang diberikan berdasarkan kondisi fisik yang diamati. Untuk indikator non fisik atau ukuran-ukuran yang tidak dapat dengan mudah diamati secara fisik melainkan harus digali melalui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan dan cara-cara yang lain misalnya pada pengukuran perilaku. Indikator untuk ukuran perilaku dalam evaluasi penyuluhan pertanian meliputi pengetahuan, sikap dan ketrampilan.
Contoh. Petani dapat menyebutkan 4 jenis pupuk yang digunakan pada padi sawah, petani dapat melakukan pemupukan padi sawah dengan tepat sesuai dosis rekomendasi.
c. evaluasi menganalisis hal-hal rumit menjadi sederhana
Evaluasi menganalisis hal-hal rumit menjadi sederhana, artinya bahwa kegiatan evaluasi akan mengetahui masalah-masalah yang terjadi serta mencari pemecahannya sehingga masalah yang rumit akan menjadi lebih sederhana.
d. evaluasi menghasilkan informasi yang tidak memihak dan disetujui semua orang dan keputusan yang andal masuk akal.
Evaluasi menghasilkan informasi yang tidak memihak dan disetujui semua orang dan keputusan yang andal masuk akal, artinya bahwa kegiatan evaluasi bersifat adil dan tidak memihak terhadap salah satu pihak. Hasil dari evaluasi merupakan hasil keputusan bersama dari suatu musyawarah.
e. evaluasi mengeliminir pengaruh pribadi evaluator
Evaluasi mengeliminir pengaruh pribadi evaluator, artinya bahwa kegiatan evaluasi tidak dicampur adukkan dengan urusan pribadi dari evaluator. Jadi evaluasi murni dilakukan mengenai kegiatan evaluasi tersebut tanpa adanya pengaruh urusan pribadi.




















BAB II
PENUTUP

Evaluasi program biasanya dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan dalam rangka menentukan kebijakan selanjutnya. Dengan melalui evaluasi suatu program dapat dilakukan secara sistematis, rinci dan menggunakan prosedur yang sudah diuji secara cermat. Dengan metode tertentu akan diperoleh data yang handal, dapat dipercaya sehingga penentuan kebijakan akan tepat, dengan catatan apabila data yang digunakan sebagai dasar pertimbangan tersebut benar, akurat dan lengkap. Dalam pelaksanaan evaluasi perlu adanya pemahaman mengenai karakteristik dari evaluasi penyuluhan pertanian. Karakteristik evaluasi penyuluhan pertanian merupakan suatu ciri khas dari kegiatan evaluasi dan menjadi simbol atau tanda bahwa kegiatan tersebut dikatakan sebagai evaluasi.
Karakteristik evaluasi pertanian ada banyak dan terinci dengan jelas, dengan mengetahui dan memahami mengenai karakteristik evaluasi maka kita dapat dipastikan bahwa juga mengenali evaluasi itu sendiri. Karakteristik tersebut adalah: evaluasi merupakan proses terstruktur , evaluasi didasarkan pada indikator yang dapat diamati, evaluasi menganalisis hal-hal rumit menjadi sederhana, evaluasi mengeliminir pengaruh pribadi evaluator , evaluasi menghasilkan informasi yang tidak memihak dan disetujui semua orang dan keputusan yang andal masuk akal.







DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010. http://cekzaislami.blogspot.com/evaluasi-pelaksanaan-penyuluhan.html. Diakses pada tanggal 27 April 2011.
Anonim, 2010. Pengertian evaluasi penyuluhan pertanian. http://wahyutrikusumasari.blogspot.com/pengertian-manfaat-dan-ruang-lingkup.html. Diakses pada tanggal 27 April 2011.
Posting ini telah dilihat sebanyak (kali)

Rabu, 04 Mei 2011

STARGAST's performance @ parade accoustic jingle of soul


Posting ini telah dilihat sebanyak (kali)

akhirnya,,,,juara 1 juga :D


Posting ini telah dilihat sebanyak (kali)

tugas manajemen sumber daya manusia PERENCANAAN KARIR

TUGAS MATA KULIAH
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PERENCANAAN KARIR













Disusun oleh :
AMI NOERYAWAN
H0808075


PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
2011

A. Apa Itu Karir
Karir adalah semua pekerjaan yang dipegang seseorang selama kehidupan dalam pekerjaannya (Keith Davis dan Werther W.B; 1996).
Karier adalah sebuah kata dari bahasa Belanda, carrier, yang artinya perkembangan dan kemajuan dalam pekerjaan seseorang. Kata tersebut juga dapat berarti jenjang dalam sebuah pekerjaan tertentu. Karier merupakan istilah yang oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai perkembangan dan kemajuan baik pada kehidupan pekerjaan atau jabatan seseorang. Biasanya pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan yang mendapatkan imbalan berupa gaji ataupun uang.
Definisi karir adalah sebagai pola pengalaman berdasarkan pekerjaan (work-related experiences) yang merentang sepanjang perjalanan pekerjaan yang dialami oleh setiap individu/pegawai dan secara luas dapat dirinci ke dalam obyective events. Salah satu contoh untuk menjelaskannya melalui serangkaian posisi jabatan/pekerjaan, tugas atau kegiatan pekerjaan, dan keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan (work-related decisions).
Komponen utama karir terdiri atas alur karir, tujuan karir, perencanaan karir dan pengembangan karir. Alur karir adalah pola pekerjaan yang berurutan yang membentuk karir seseorang. Tujuan karir merupakan pernyataan tentang posisi masa depan di mana seseorang berupaya mencapainya sebagai bagian dari karir hidupnya. Tujuan ini menunjukkan kedudukan seseorang sepanjang karir pekerjaannya. Perencanaan karir merupakan proses di mana sesorang menyeleksi tujuan karir dan arus karir untuk mencapai tujuan tersebut, sedangkan pengembangan karir seseorang meliputi perbaikan-perbaikan personal yang dilakukan untuk mencapai rencana dan tujuan karirnya.





B. Perencanaan Karir dan Manfaatnya
Perencanaan karir, sama halnya dengan perencanaan yang lain, akan memberikan arah/orientasi terhadap apa yang akan kita lakukan di masa depan terkait dengan apa yang akan kita lakukan sebagai sumber penghasilan kita. Perencanaan karir memungkinkan bagi kita untuk mengambil langkah-langkah strategis dan taktis dalam aktivitas keseharian kita, sehingga kita lebih terfokus untuk menuju hal yang memang kita ingin lakukan, tidak hanya sekedar mengikuti arus dan tren yang berkembang saja.
Perencanaan karir akan membuat berusaha untuk mengelaborasi lebih jauh mengenai diri kita, terutama mengenai kelebihan-kelebihan kita, hal-hal yang kita sukai dan nilai-nilai yang kita yakini dalam diri kita atau bahkan kekurangan diri dan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan.
Sangat mungkin terjadi pada kita, bila tidak memiliki perencanaan karir yang matang, tidak akan pernah memiliki orientasi yang jelas terhadap apa yang akan menjadi sumber penghasilan kehiduoan kita. Pikiran, tenaga dan aktivitas kita pun tidak akan terfokus pada hal yang benar-benar kita inginkan, melainkan lebih kepada apa yang sedang menjadi tren.
Perencanaan karir adalah sebuah cara untuk memenuhi kebutuhan staf internal. Meskipun bantuan perencanaan karir umumnya terjadi untuk posisi-posisi manajer, profesional, dan karyawan teknisi, karena keterbatasan anggaran, idealnya seluruh karyawan hendaknya memiliki akses untuk itu. Ketika pengusaha mendorong perencanaan karir, para karyawan akan lebih mungkin untuk menyusun tujuan karir dan bekerja dengan giat untuk mencapai hal itu. Pada gilirannya, tujuan-tujuan itu dapat memotivasi karyawan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan lanjutan dan bentuk kegiatan pengembangan lainnya.
Untuk mancapai proses karir yang baik perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Karyawan bertanggungjawab terhadap karirnya sendiri.
2. Keahlian karyawan didasarkan pada usaha perjuangannya sendiri.
3. Perencanaan karir dibuat secara sadar dan sukarela tanpa ada tekanan.
4. Menggunakan continous improvement untuk menumbuhkan pribadinya.
5. Sukses dijabarkan dengan baik oleh diri karyawan sendiri.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat dikatakan bahwa karir adalah merupakan suatu rangkaian perubahan nilai, sikap dan perilaku serta motivasi yang terjadi pada setiap individu selama rentang waktu kehidupannya untuk menemukan secara jelas keahlian, tujuan karir dan kebutuhan untuk pengembangan, merencanakan tujuan karir, dan secara kontinyu mengevaluasi, merevisi dan meningkatkan rancangannya. Karir juga merupakan suatu proses kemitraan interaksi dalam tahapan dan kerja sama antara organisasi/perusahaan atau manajemen, atasan langsung dan individu itu sendiri.
Sebuah studi tentang sekelompok karyawan mengungkapkan lima faktor yang terkait dengan karir (Keith Davis dan Werther,W.B; 1996), yaitu sebagai berikut.
1. Keadilan dalam Karir
Para karyawan menghendaki keadilan dalam sistem promosi dengan kesempatan sama untuk peningkatan karir.
2. Perhatian dengan Penyeliaan
Para karyawan menginginkan para penyelia mereka memainkan perannya secara aktif dalam pengembangan karir dan menyediakan umpan balik dengan teratur tentang kinerja.
3. Kesadaran tentang Kesempatan
Para karyawan menghendaki pcngetahuan tentang kesempatan untuk peningkatan karir.
4. Minat Pekerja
Para karyawan membutuhkan sejumlah informasi berbeda dan pada kenyataan; memiliki derajat minat yang berbeda dalam peningkatan karir yang tergantung pada beragam faktor.
5. Kepuasan Karir
Para karyawan, tergantung pada usia dan kedudukan mereka, memiliki kepuasan berbeda. Program karir yang efektif harus mempertimbangkan perbedaan persepsi keinginan para karyawan. Apa yang pekerja harapkan dari program karir dikembangkan; olch departemen SDM sesuai dengan ragam faktor usia, jenis kelamin, kedudukan pendidikan, dan faktor-faktor lainnya.
Secara global perencanaan karir itu terdiri dari 8 langkah, yaitu:
1. Mengembangkan rencana karir.
Pikirkanlah mengenai apa yang akan kita lakukan dan langkah-langkah strategis apa yang dibutuhkan untuk melakukan hal-hal yang kita inginkan
2. Tinjaulah kemampuan serta minat yang kita miliki.
Pikirkan secara serius dan mendalam hal-hal yang kita sukai, mampu kita kerjakan dengan baik, kepribadian yang kita miliki serta nilai-nilai yang kita yakini kebenarannya
3. Cobalah mencari tahu jenis-jenis karir/pekerjaan yang mendekati dengan diri kita antara lainkemampuan serta minat yang kita miliki, latar belakang pendidikan kita, gaji yang kita harapkan, kondisi kerja yang kita inginkan serta hal-hal lain yang akan memberikan kejelasan arah dan fokus karir/pekerjaan kita
4. Bandingkanlah keterampilan dan minat yang kita miliki dengan jenis karir/pekerjaan yang telah kita pilih. Jadi, karir/pekerjaan yang paling sesuai dan dekat dengan diri kita sangat mungkin menjadi karir/pekerjaan bagi kita
5. Kembangkanlah tujuan karir/ pekerjaan yang kita pilih. Hal ini akan menjadi panduan yang sangat penting bagi kita untuk menyusun langkah-langkah taktis selanjutnya
6. Pendidikan dan Pelatihan.
Ikutilah pendidikan atau pelatihan yang mendekatkan kita dengan tujuan karir/perkerjaan yang telah kita buat
7. Keuangan.
Kita mungkin akan berpikir mengenai sumber-sumber dan besarnya uang yang kita butuhkan untuk mewujudkan karir kita
8. Mendengarkan pendapat orang lain.
Cobalah minta nasehat dari beberapa sumber yang kita yakini dapat membantu anda memberikan penjelasan dan arahan megenai karir/pekerjaan pilihan anda.
Perencanaan karir membuat kita dapat melihat secara lebih jelas lagi mengenai sumber penghasilan bagi kebutuhan hidup kita. Karir berbeda dengan perkerjaan, karir bisa berupa pekerjaan tetapi pekerjaan belum tentu sebuah karir.
Sebagai contoh, jika semenjak awal kita telah memiliki sebuah angan -angan utnuk bekerja pada satu bidang tertentu, maka dengan perncanaan karir kita akan terbantu untuk focus pada impian kita tersebut. Perhatian kita tidak akan teralihkan dengan banyaknya lowongan-lowongan pekerjaan yang tercantum di berbagai surat kabar. Dengan adanya perencanaan karir, maka jalan kita untuk mewujudkan pekerjaan yang telah kita inginkan akan semakin mudah dan semakin terencana, sehingga pada akhirnya akan menemukan kesuksesan seperti yang kita harapkan, jika kita benar-benar menerapkan proses tersebut secara cermat dan teliti, serta memiliki konsekuensi dan loyalitas dalam menjalankannya.














C. Kesimpulan
Berdasarkan materi yang telah dipaparkan, maka dapat ditarik kesimpulan antara lain sebagai berikut :
1. Perencanaan karir membantu seseorang untuk teteap fokus pada karir apa yang telah ia inginkan sejak awal
2. Perencanaan karir memjadikan program yang telah dibuat tersusun dengan rapi dan mudah untuk dijalankan.
3. Perencanaan karir membantu seseorang dalam meraih impiannya dan kesuksesan di masa yang akan datang.






















DAFTAR PUSTAKA

Ekopriyanto.2008. Perencanaan Karir. sentra kegiatan islam fakultas teknik universitas sebelas maret solo.
Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung. 2004. Perencanaan karir dan Penilaian Kinerja. Bandung
http://id.wikipedia.org/wiki/Karier. Diakses pada 1 Mei 2011.
Mangkuprawira,Safri Prof.Dr. Tb. 2009. Perencanaan Karir Dan Kebutuhan Karyawan. http://ronawajah.wordpress.com/
Posting ini telah dilihat sebanyak (kali)